
Sebagai bentuk penjabaran nilai Execution (Eksekusi), Efficient (Efisien), Reliable (Andal) dan Integrity (Integritas), PT Krakatau Daya Listrik (PT KDL) mengembangkan sebuah sistem berbasis web dan Android untuk pemantauan dan pengunggahan dokumen pemenuhan Faktor Uji yang dipersyaratkan dalam aspek-aspek Assessment Good Corporate Governance (GCG). Aplikasi ini nantinya akan memudahkan pola Assessment GCG di PT KDL oleh Assessor manapun dan hasil skor penerapan GCG dapat dipantau kapanpun.
Seperti diketahui, sejak 2017, PT KDL telah mengikuti Assessment GCG yang dilakukan oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. sebagai komitmen dalam menjalankan peraturan menteri BUMN No. Per-01/MBU/2011 tanggal 1 agustus 2011 pasal 44 mengenai pengukuran kualitas penerapan GCG dalam bentuk penilaian (assessment) dan evaluasi (review) atas tindak lanjut rekomendasi perbaikan dari hasil penilaian sebelumnya.
Dalam assessment tersebut, ada enam aspek yang diukur skor pencapaiannya, yaitu aspek Komitmen Terhadap Penerapan Tata Kelola Secara Berkelanjutan, Aspek Pemegang Saham dan RUPS atau Pemilik Modal, Aspek Dewan Komisaris atau Dewan Pengawas, Aspek Direksi, Aspek Pengungkapan Informasi dan Transparansi serta Aspek lainnya. Keenam Aspek ini memiliki beberapa Indikator yang realisasinya dapat diukur melalui Parameter hasil pencapaian. Untuk menguji kesesuaian antara Parameter yang telah ditetapkan dan pelaksanaan GCG di lingkungan perusahaan, maka perusahaan harus dapat memenuhi dokumen-dokumen yang dipersyaratkan dalam Faktor Uji Kesesuaian (FUK). FUK ini yang mengonversikan pemenuhan tersebut menjadi sebuah skor pencapaian.
Aplikasi yang diciptakan awal 2018 ini mempermudah proses penghitungan skor dan pengunggahan dokumen bukti yang dipersyaratkan FUK. Sedangkan untuk pemantauan, organ perusahaan dan stakeholder dapat langsung memantau via smartphone.
Direktur Utama PT KDL, Alugoro Mulyowahyudi menyampaikan, input dan monitoring GCG berbasis aplikasi yang mampu dipantau kapan saja di smartphone masing-masing, mendukung mobilitas serta mengefisiensikan waktu dalam proses kerja pelaksanaan GCG. “Saat ini setiap orang tidak lepas dari gadget pintar yang dapat membantu pelaksanaan pekerjaan lebih cepat. Tak terkecuali dalam proses self-assessment ataupun saat assessment dari induk. Aplikasi ini akan sangat memudahkan pekerjaan assessment dan membuat pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik di PT KDL berlangsung transparan,” jelasnya.
Metode kerja aplikasi tersebut dijelaskan sebagai berikut, di dalam aplikasi, masing-masing aspek telah dikelompokkan menjadi bagian-bagian tersendiri. Dalam setiap bagian, akan terdapat sejumlah FUK yang menjadi parameter pencapaian pelaksanaan GCG. Sebagai contoh, Aspek 1 sebagai aspek komitmen terhadap penerapan Tata Kelola berkelanjutan memiliki beberapa indikator yang dapat membuktikan komitmen tersebut. Indikator ini lalu dipecah menjadi beberapa parameter yang dapat dibuktikan melalui dokumen-dokumen pendukung. Dokumen-dokumen ini kemudian diukur kelengkapannya dengan FUK kemudian dibuktikan eksistensinya melalui bentuk hard copy maupun soft copy.
Nah, aplikasi ini membantu pengelola untuk memberikan skor atas FUK yang telah dilengkapi serta mengunggahnya langsung ke dalam cloud sehingga dokumen-dokumen tersebut terdokumentasi secara rapi dan dapat disajikan kapan saja ketika Assessor meminta. Setelah mengunggah dan memberikan skor atas pemenuhan syarat FUK, aplikasi secara otomatis akan mengalkulasi dan menampilkan data total skor terbaru sesuai dengan penyelesaian FUK paling terkini.
Demi mendukung mobilitas dalam pemantauan, maka tampilannya diciptakan User-Friendly, agar administrasi pengelola mudah secara rutin mengunggah atau memperbaiki skor apabila terdapat perbaikan, dan jajaran organ perusahaan serta stakeholder mudah memantau dimana saja.
Rencananya kedepan sistem input dokumen juga akan turut ditanamkan di dalam aplikasi android tersebut dan beberapa fitur turut menyertainya.

(hag)