
Pada 2 April lalu, PT Krakatau Daya Listrik (PT KDL) mengadakan workshop Bisnis Hilir Niaga Gas Bumi di Ruang Sapphire Meeting Room I, Royale Krakatau Hotel, dengan tema Memperkuat Bisnis Hilir Niaga Gas Bumi di Kawasan Industri Krakatau Untuk Peningkatan Daya Saing Industri. Acara yang didukung oleh PT Krakatau Steel (PT KS) (Persero) Tbk., PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT KIEC) dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) ini menghadirkan narasumber utama Komite BPH Migas, Jugi Prajogio.
Acara yang dihadiri oleh Direktur Utama PT KDL, Djoko Muljono; Direktur Utama PT KIEC, Priyo Budianto; Direktur Perencanaan dan Niaga PT KDL; Gersang Tarigan; Direktur Keuangan dan Administrasi PT KDL, Anie S. Handayani serta jajaran General Manager (GM) dari PT KS dan tamu undangan ini, memiliki tujuan untuk memberi gambaran mengenai tata kelola dan peraturan niaga hilir gas bumi yang berlaku saat ini termasuk proyeksi kedepannya. selain itu acara yang berlangsung selama 3 jam ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada KS dan Group akan peran BPH migas pada tata kelola niaga hilir gas bumi, meningkatkan kerjasama sinergi antar anak perusahaan PT KS dalam hal pengelolaan wilayah untuk bisnis gas bumi serta memberikan alternatif strategi bisnis gas bumi bagi KS dan group.
Dalam materi yang disampaikan oleh Jugi Prajogio, banyak hal yang berkaitan dengan peran BPH Migas dalam pengelolaan bisnis Hilir di bidang Gas Bumi. Beberapa hal yang utama adalah berkaitan dengan tugas dan fungsi BPH Migas, Dasar Hukum, Konsep Perubahan P-BPH Migas No. 19/2010, dan konsep hak khusus, pengaturan pada ruas transmisi, pengaturan pada Wilayah Jaringan Distribusi dan beberapa hal penting lainnya.

Dalam pemaparannya, Jugi banyak membagikan mengenai konsep hak khusus, Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) dan Wilayah Niaga Tertentu (WNT) dan aturan-aturan yang wajib dijalankan saat suatu badan usaha hendak menjalankan usaha di bidang Gas Bumi. Selama momen pemaparan, Jugi juga membuka sesi diskusi dan tanya jawab sehingga acara yang memiliki tema serius ini berlangsung dengan santai dan cair.
Menurut Djoko Muljono, kehadiran Komite BPH Migas dalam acara ini adalah untuk memberikan pemahaman dan insight akan prospek bisnis Gas Bumi kedepannya termasuk potensi saat dijalankan dalam suatu kawasan industri tertentu. Hal yang sama turut disampaikan oleh Gersang Tarigan saat menyampaikan presentasinya sebagai pembuka acara pagi hari tersebut. “Prospek bisnis Hilir Gas Bumi ini adalah satu peluang yang ingin kami kembangkan sebagai penyedia energi di kawasan industri Krakatau,” jelasnya.
Di akhir sesi, Jugi dan seluruh Direksi maupun GM KS berfoto bersama dan saling memberi tanda mata sebagai kenang-kenangan.(hag/KDL)